Bulan suro
Khutbah Jumat
A
Angga
10 Mei 2026
3 menit baca
0 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ....
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin sekalian yang dirahmati Allah,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hari ini, kita bertemu lagi di hari Jum'at yang penuh berkah. Dan seperti biasa, setiap memasuki bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah, saya selalu teringat betapa uniknya bulan ini. Bukan hanya karena ia permulaan tahun, tapi juga karena berbagai macam persepsi dan kebiasaan yang menyertainya. Ada yang bilang ini bulan Suro, bulan yang katanya penuh dengan hal-hal mistis, bulan di mana kita harus lebih berhati-hati. Seperti kata orang tua zaman dulu, "Jangan melangkah terlalu jauh, nanti kesandung jin Suro!". Padahal, kalau kita belajar agama, bulan Muharram ini justru adalah bulan yang mulia. Ia adalah salah satu dari empat bulan haram yang penuh keutamaan.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Bulan Muharram, atau yang sebagian kita kenal dengan bulan Suro, memiliki makna yang sangat mendalam dalam Islam. Ia adalah bulan di mana kita diingatkan untuk memulai lembaran baru dalam hidup kita, bukan dengan rasa takut yang berlebihan terhadap hal-hal gaib yang belum tentu ada, melainkan dengan semangat taqwa dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ingatlah firman Allah dalam Al-Qur'an:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu pada keempat bulan itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah: 36)
Ayat ini jelas sekali memberikan penegasan. Ada empat bulan yang dimuliakan, dan Muharram adalah salah satunya. Di bulan-bulan ini, kita dianjurkan untuk lebih menjaga diri, bukan menakut-nakuti diri sendiri dengan cerita hantu Suro yang bikin merinding. Justru, di bulan haram ini, amal baik dilipatgandakan pahalanya, dan perbuatan buruk akan mendapat balasan yang lebih berat. Jadi, daripada khawatir kesandung jin Suro, lebih baik kita khawatir kalau-kalau kita melanggar perintah Allah di bulan yang mulia ini.
Hadirin yang berbahagia,
Dalam bulan Muharram ini juga terdapat momen bersejarah yang sangat penting, yaitu hari Asyura, tanggal 10 Muharram. Pada hari inilah Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkan Nabi Musa alaihissalam dan kaumnya dari kejaran Fir'aun. Dan sebagai bentuk syukur, kaum Nabi Musa berpuasa. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam pun menganjurkan kita untuk berpuasa pada hari Asyura, bahkan dianjurkan untuk berbeda dengan puasa orang Yahudi dengan menambah puasa pada hari sebelumnya atau sesudahnya. Bayangkan, sebuah amalan sunnah yang pahalanya luar biasa besar, bisa menghapus dosa setahun penuh! Masya Allah!
Jadi, kalau ada yang bilang bulan Suro itu bulan sial, bulan yang penuh kesialan, itu berarti mereka belum paham betapa besarnya rahmat Allah yang tercurah di bulan ini. Justru, bulan Muharram adalah bukti nyata bahwa Allah selalu memberikan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri, meraih ampunan, dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Jangan sampai kita melewatkan setiap detiknya hanya dengan berdebat soal mistis atau pantangan yang tidak ada dasarnya.
Ma'asyiral Muslimin yang dirahmati Allah,
Mari kita jadikan momentum bulan Muharram ini sebagai awal dari perubahan positif dalam diri kita. Lupakan segala ketakutan yang tidak beralasan. Mari kita isi hari-hari kita dengan ketaatan kepada Allah, memperbanyak ibadah, sedekah, silaturahmi, dan tentunya, puasa sunnah di hari Asyura. Anggap saja bulan Suro ini sebagai "Sisa Urusan" kita dengan dosa-dosa yang lalu, yang harus kita selesaikan dengan taubat dan perbaikan diri. Dan jadikan awal tahun ini sebagai "Suro-nya" semangat kita untuk menjadi lebih baik lagi di hadapan Allah.
Terakhir, marilah kita renungkan sejenak. Apakah kita sudah memanfaatkan keistimewaan bulan Muharram ini dengan baik? Atau justru kita terjebak dalam pikiran-pikiran yang jauh dari ajaran agama? Allah Maha Pengampun, dan Allah Maha Welas Asih. Jangan ragu untuk kembali kepada-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.